Pembuatan Bagan Eliminasi
Pelajari cara membuat bagan eliminasi sistem gugur dari peringkat kualifikasi, memilih ukuran bagan (4, 8, 16, 32, 64), dan memahami penempatan Bye otomatis.
Setelah babak kualifikasi selesai, atlet dan tim dengan peringkat terbaik melaju ke Babak Eliminasi (Elimination Round). Pada babak sistem gugur ini, peserta bertanding satu lawan satu (*head-to-head matchplay*) dalam diagram pohon bagan hingga menghasilkan juara medali emas, perak, dan perunggu.
1. Apa Itu Bagan Eliminasi?
Bagan eliminasi adalah struktur pohon kompetisi sistem gugur di mana pemenang setiap pertandingan berhak melaju ke babak berikutnya, sedangkan peserta yang kalah otomatis gugur (kecuali yang kalah di babak semifinal, yang bertanding kembali memperebutkan Medali Perunggu).
2. Memilih Ukuran Bagan (4, 8, 16, 32, 64)
Sesuai standar World Archery, ukuran bagan eliminasi selalu mengikuti kelipatan pangkat dua:
- Bagan 4 (Semifinal): Digunakan untuk kategori dengan 4 sampai 7 peserta.
- Bagan 8 (Perempat Final / 8 Besar): Standar umum untuk kategori beregu dan individu skala menengah (8 sampai 15 peserta).
- Bagan 16 (16 Besar): Standar kejuaraan daerah dan sirkuit provinsi (16 sampai 31 peserta).
- Bagan 32 / Bagan 64: Digunakan pada kejuaraan nasional terbuka (Kejurnas/Open) dengan jumlah peserta yang banyak.
Sistem Archeris secara otomatis merekomendasikan ukuran bagan yang sesuai berdasarkan jumlah peserta kualifikasi, namun panitia tetap leluasa menentukan batas cut-off (misalnya hanya mengambil 16 besar meskipun ada 25 pemanah yang menembak).
3. Logika Penempatan Unggulan (Seeding)
Bagan eliminasi disusun secara simetris agar pemanah unggulan teratas tidak saling berhadapan di babak-babak awal:
- Bagan Paruh Atas: Unggulan 1 diletakkan di puncak paling atas; Unggulan 4 di bagian bawah paruh atas.
- Bagan Paruh Bawah: Unggulan 2 diletakkan di dasar paling bawah; Unggulan 3 di bagian atas paruh bawah.
- Pertandingan Pembuka: Unggulan 1 berhadapan dengan unggulan terbawah (contoh: Unggulan 1 vs Unggulan 16 pada bagan 16 besar; Unggulan 2 vs Unggulan 15; Unggulan 3 vs Unggulan 14, dst).
Struktur seeding simetris ini memastikan dua pemanah terbaik hanya bisa bertemu di babak final medali emas — memberikan penghargaan atas performa terbaik di kualifikasi dengan jalur yang paling menguntungkan di bagan.
4. Aturan Penempatan Bye Otomatis
Apabila jumlah peserta yang lolos kualifikasi kurang dari kapasitas bagan (misalnya terdapat 12 pemanah pada bagan 16 besar):
- Pemanah unggulan teratas (Unggulan 1, 2, 3, dan 4) otomatis memperoleh status Bye di babak pertama.
- Pemanah yang mendapat Bye otomatis langsung lolos ke babak Perempat Final tanpa perlu menembak di babak 16 besar.
- Sistem Archeris mengalokasikan posisi Bye secara otomatis sesuai pola standar World Archery.
Bye selalu diberikan kepada unggulan tertinggi — ini disengaja. Pemanah yang tampil terbaik di kualifikasi mendapatkan jalur termudah di babak awal sebagai penghargaan kompetitif.
5. Langkah Pembuatan Bagan di Dashboard
Langkah membuat bagan eliminasi di workspace panitia:
- Pastikan babak kualifikasi pada kategori terkait telah selesai dan hasilnya disahkan.
- Buka menu Dashboard Organizer > Eliminasi > Manajemen Bagan.
- Klik tombol + Buat Bagan.
- Pilih kategori lomba (contoh: Recurve Putra U-18).
- Tentukan Ukuran Bagan dan Format Pertandingan (Sistem Set atau Kumulatif).
- Klik Buat Bagan Eliminasi. Diagram pohon eliminasi interaktif akan langsung terbentuk lengkap dengan nama atlet dan klub.
Setelah dibuat, bagan langsung tampil di halaman publik turnamen dan terupdate otomatis seiring pertandingan berlangsung.
6. Pembuatan Bagan Kategori Beregu
Untuk kategori Beregu (Team) dan Beregu Campuran (Mixed Team), panitia wajib menjalankan Sinkronisasi Tim terlebih dahulu. Setelah data tim tersinkronisasi, proses pembuatan bagan beregu mengikuti aturan ukuran dan bye yang sama persis.
